Tuesday, August 29, 2006

NaSionaLisme-PaTrioTisme



Suara sepatu lars serentak berirama
Ratusan lelaki berpakaian loreng bersenjata kumplit, pembawa misi damai mulai bergerak, mengikuti aba-aba
Penuh semangat melangkahkan kaki, sembari bernyanyikan mars…
*******************************************************************************
Berkibarlah benderaku
Lambang suci gagah perwira
Di seluruh pantai Indonesia
Kau tetap pujaan bangsa

Siapa berani menurunkan engkau
Serentak rakyatmu membela
Sang merah putih yang perwira
Berkibarlah Slama-lamanya

*******************************************************************************
Lagu karangan Ibu Sud ini memang luar biasa D.A.H.S.Y.A.T !!!
Aneh bin ajaib. Lagu soal patriotisme ini,tiba-tiba bisa bikin gw jadi excited gitu.
Jadi bersemangat dan cinta bangsa.

Padahal kemarin, gw sendiri wondering about my own nasinalism. http://non_atik.blogs.friendster.com/non_atik/2006/08/are_you_nasiona.html
Well, sekilas info, lagu yang dikarang Ibu Sud alias Saridjah Niung Bintang Soedibio ini, adalah salah satu bentuk patriotismenya. Ia mengarang lagu ini, karena terinspirasi oleh kegigihan http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/j/jusuf-ronodipuro/index.shtml, seorang pada tahun-tahun pertama Indonesia berdiri. Tokoh pers ini menolak menurunkan Sang Saka Merah Putih yang sedang berkibar di kantornya, walaupun dalam ancaman senjata api, pada malam 21 Juli 1945.

Ternyata, bicara soal nasionalisme dan patriotisme, gw menemukan dua konsep ini punya makna yang berbeda. Dalam tulisan yang berjudul Patriotisme dan Nilai Kemanusiaan, RR Ardiningtyas Pitaloka, S.Psi, seorang mahasiswa Pascasarjana Psikologi Kekhususan Sosial Sains Fakultas Psikologi Universitas Indonesia mengutip defenisi yang diungkapkan oleh dua penulis asing Blank& Schmidt. Mereka mengatakan bahwa Nasionalisme lebih bernuansa dominasi, superioritas atas kelompok bangsa lain, penekanan pada adanya perasaan "lebih" atas bangsa lain. Sedang Patriotisme lebih berbicara akan cinta dan loyalitas.

Hm..kembali ke topic awal yah.
Entah lagunya atau karena momentum yang tepat, gw jadi excited gitu.
Melihat pasukan Garuda yang berjumlah seribuan orang, gabungan dari empat kompi bertugas menjaga perdamaian di Libanon dalam bendera PBB berbaris, lalu menyanyikan lagu ini, sepertinya membangkitkan rasa cinta bangsa dan Negara.

Kejadiannya hari ini, Selasa, 29 Agustus 2006, di Divisi I Infanteri KOSTRAD, Cilodong, Depok.

Upacara gelar pasukan ini dimulai pukul 09.00 WIB, dipimpin Kasum TNI, Letjen Endang Suwarya. Thanks GoD, gw on time dan masuk hitungan yang datang awal, meski tadinya sempat khawatir dengan kemacetan Jakarta gara-gara pembuatan 4 jalur bus way.

Gw masih sempat lihat tentara-tentara itu duduk-duduk menunggu perintah sambil ngecengin kita (gw dan bos yang notabene bule pirang). We are the girls power journalist !!!!(hihihi…)

Trus, dari segitu banyaknya tentara, gw musti nemuin putra Presiden kita Susilo Bambang Yudhoyono(SBY)-Lettu Agus Harymurti-. Dan hasilnya…tidak sukses. Susah tau…bedain mereka dengan pakaian seragam nan loreng dan tutup kepala biru bertuliskan UN.

Luckily, ada aba-aba lewat speaker besar yang memerintahkan mereka berdiri, berbaris lalu menuju lapangan upacara. Gerombolan tentara itu jadi terbagi ke dalam kelompok yang lebih kecil, sehingga memudahkan untuk diamati.

Dan kali ini, gw berhasil !!!! I found him ! Mas Agus Harymurti, keliatan paling bersih, dan tinggi dalam kelompok barisannya. Kebetulan dia juga ditempatkan di bagian paling depan. Jadi memudahkan untuk mengambil gambar.

Sumpah..baru kali itu gw lihat dia begitu dekat. Cakeup euy.
Pantes Annisa POhan mau merit sama dia..Ganteng gitu loh…hehehehe…

Setelah kumpul semua, upacara pun dimulai. Wartawan diberi instruksi khusus soal mekanisme pengaturan tempat mengambil gambar dan pertanyaan yang boleh diajukan ketika door stop Kasum pasca upacara.

Setengah jam kemudian upacara bubar. Tidak ada yang khusus dengan upacara kali ini. Cuma pemandangan sejumlah tank yang bercat putih dengan tulisan UN di bagian depan saja yang berbeda. Aktraksi lapangan oleh tentara belum ada, karena pelatihannya baru akan dimulai pada 7-11 September mendatang. Sebelum pelatihan lapangan itu, mereka juga diberi pembekalan materi militer umum dan khusus seperti menjinakkan ranjau dan asistensi hukum, kemanusiaan dan HAM.

Pasukan pun akhirnya dibubarkan untuk mendapat pembekalan. Pembubaran juga diwarnai aksi baris sembari menyanyikan lagu yang sama “ Berkibarlah Benderaku”.

Lalu, muncul pertanyaan di benak gw.
Kenapa lagu itu yang dikumandangkan ?
Kan mereka pasukan penjaga perdamaian yang dituntut untuk bersikap netral ?
Tidak memihak Israel maupun Libanon.
Kenapa menyanyikan lagu yang sangat kuat bernuansa bela Negara itu yah ?
Sepertinya tidak tepat deh.
Tapi kalau alasannya itu adalah lagu yang biasa diyanyikan para tentara untuk membangkitkan semangat mereka dalam menunaikan tugasnya, sah-sah aja sih.
Asal bukan tugas berperang loh ya.

Peace !!!!

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home