Damned !
Aku tak punya jawaban atas sebuah bentuk kenyamanan yang tiba-tiba hadir.
Menyeruak, hangat, tenang dan tentram ini.
Kenyamanan yang tak ku pinta
Kenyamanan yang datang dari sebrang dunia yang tak harusnya tak boleh ku nikmati..
Kenyamanan yang seolah mengisi ruang hati yang kosong dan hampir mati…
Aku pikir ini akan segera pergi meninggalkanku sendirian
Pergi dan pergi lagi..seperti semua yang indah yang ku cintai dan tak mampu ku miliki….
Aku hanya ingin merangkumnya dalam satu rengkuhan.
Rengkuhan yang ku sadar tak kan pernah selamanya…..
Rengkuhan yang harus ku pahami bukan milikku sendiri
Rengkuhan yang mustinya ku tolerir….sendiri
Aku masih berdiri dan mungkin memilih berada di alam dan duniaku
Ditengah telaga..begitu dia menyebutnya.
Menunggunya menghampiri dengan semua yang dia punya
Entah sampai kapan…
mungkin tak akan lama atau selamanya ?
Entahlah…
Lagi-lagi aku tak punya jawaban
Dan aku tak ingin menjawabnya
Aku hanya ingin merasa
Menjadi egois dengannya…
Tapi rasa ini tak akan jadi nyata
Rasa ini hanya berkeliaran
Menggantungku dengan milyaran pertanyaan dan triliunan harapan
Harapan yang bisa jadi dan hampir pasti kosong..
Nyaris seperti bualan yang tak kan ada habisnya
Aku hanya ingin membuat semuanya jadi sederhana
Merasakan kehangatan dan kenyamanan itu selamanya
Diam dan tak berkata…
Terpejam dan tentram dalam rengkuhan…
Sembari berteriak dan mengutuk Damned ! Damned !
Kenapa..kenapa dan mengapa ?
Ingin aku memakinya
Marah dan melampiaskan semua gundah dan keadaan yang membuat kami seperti sekarang..
Tapi rasanya tak bisa…aku hanya ingin merasa…sesaat dan selamanya….
Menyeruak, hangat, tenang dan tentram ini.
Kenyamanan yang tak ku pinta
Kenyamanan yang datang dari sebrang dunia yang tak harusnya tak boleh ku nikmati..
Kenyamanan yang seolah mengisi ruang hati yang kosong dan hampir mati…
Aku pikir ini akan segera pergi meninggalkanku sendirian
Pergi dan pergi lagi..seperti semua yang indah yang ku cintai dan tak mampu ku miliki….
Aku hanya ingin merangkumnya dalam satu rengkuhan.
Rengkuhan yang ku sadar tak kan pernah selamanya…..
Rengkuhan yang harus ku pahami bukan milikku sendiri
Rengkuhan yang mustinya ku tolerir….sendiri
Aku masih berdiri dan mungkin memilih berada di alam dan duniaku
Ditengah telaga..begitu dia menyebutnya.
Menunggunya menghampiri dengan semua yang dia punya
Entah sampai kapan…
mungkin tak akan lama atau selamanya ?
Entahlah…
Lagi-lagi aku tak punya jawaban
Dan aku tak ingin menjawabnya
Aku hanya ingin merasa
Menjadi egois dengannya…
Tapi rasa ini tak akan jadi nyata
Rasa ini hanya berkeliaran
Menggantungku dengan milyaran pertanyaan dan triliunan harapan
Harapan yang bisa jadi dan hampir pasti kosong..
Nyaris seperti bualan yang tak kan ada habisnya
Aku hanya ingin membuat semuanya jadi sederhana
Merasakan kehangatan dan kenyamanan itu selamanya
Diam dan tak berkata…
Terpejam dan tentram dalam rengkuhan…
Sembari berteriak dan mengutuk Damned ! Damned !
Kenapa..kenapa dan mengapa ?
Ingin aku memakinya
Marah dan melampiaskan semua gundah dan keadaan yang membuat kami seperti sekarang..
Tapi rasanya tak bisa…aku hanya ingin merasa…sesaat dan selamanya….
