Monday, November 06, 2006

DENIAS-Sukseskan ProgramWajib BeLlajaR



DENIAS-SENANDUNG DIATAS AWAN-

Film yang cantik ! Juga Mendidik !

Buat penggemar film yang doyan blanja mata...
Silakan nonton film ini. Dijamin terpuaskan hasrat kalian deh.*halah malah promosi

Bikin wow-wow abis dah. MUlut gw aja ga habis berdecak kagum..
Terpesona dengan kemurahan hati film maker yang membanjiri penontonnya dengan shooting di tempat2 nan indah.
Awan nan biru...Padang rumput nan hijau bin luas, Lembah nan elok...Danau di senja hari..
juga puncak JayaWiJaya...bikin gw terperanga dan rindu berpetualang di alam.
*Pasti pakai riset yang matang kan buat menentukan tempat2 indah buat shoot film ini dongs...
Salut deh !

Komentar gw sih, Pantes aja biaya pembuatannya mahaL..
Pengambilan gambarnya butuh waktu berhari2 bo' biar dapaet tuh sunrise dan sunset.
juga kus kus di hutan Papua *jadi penasaran brapa hari ya yang dihabiskan sang juru kamera buat dapet gambar itu ? gw aja 3 hari di hutan Leuser cuma dapaet gambar monyet doangs...huhuhuhu...

Belum lagi gambar Denias lari-lari di atas bukit.
So pasti ngambilnya pake heli dongs. Brapa dananya tuh bayar heli nya ? Ga mungkin kan ambil gambarnya satu kali take ? Sayang..kualitas gambarnya ga perfect..masih goyang tuh...huhuhu...

Well...secara teknis..menurut gw film ini lebih layak dapat penghargaan "Best Picture ", daripada film "HeaRT". Tingkat kesulitan dan banyaknya gambar bagus yang disajikan dalam DEnias jauh lebih unggul.

SEcara akting, cuma Enos dan Noel yang kuat karaktenya.
Akting mathias Muchus yang hitungannya kawakan pun terasa mentah.
tak jelas karakternya sebagai guru bantu di desa Denias.
Cuma sambil lalu...sayang sebenarnya.

Trus ada juga beberap scene yang tak penting atau bahkan scene yang kurang guna menggambarkan bagaimana niat kuat Denias untuk bersekolah itu muncul.
Katakan niat itu muncul dari sang bunda, film ini hanya menyajikan 2 scene dimana Denias diberi wejangan oleh sang Bunda untuk bersekolah. Scene ini mau bercerita soal kedekatan mereka. Tapi menurut gw sih terlalu dangkal untuk memperkuat kesan ke penonton bahwa saking dekatnya kedekatan ibu dan anak itu, memotivasi kuat Denias untuk bersekolah.

Lalu ada juga tokoh Maleo. Janggal rasanya melihat tentara dari Koppasus yang berpangkat lumayan tinggi macam Maleo, hidup di desa terpencil tempat Denias berada. Setau gw sih mereka tinggal bareng2 di barak atau asrama.

Lucunya scene dimana Maleo harus pergi dari desa itu. Aduh...Its so Rambo style banget deh...hehehehe...

Nah kalo soal isi...Bagus ! Wajib tonton !
Ceritanya sederhana aja sih menurut gw. Cuma mau kasih tau gimana sulitnya seorang anak petani di pedalaman Papua yang harus berjuang keras demi bersekolah. Demi memakai seragam Merah Putih ! Pun sekolah dengan segala fasilitas macam yang ada di PUlau Jawa, cuma ada di kompleks PT Freeport Indonesia. Scene ini cukup masuk akal.

Lucu juga sebenarnya melihat fenomena yang coba ditawarkan film ini.
SEmpat malu sama diri sendiri.
Sempet juga nyaris ter-mehe-mehe...Tersentuh euy dengan scene dimana Enos..teman jalanan Denias, menempuh jarak nan jauh mendaki gunung menyebrangi danau, jatuh bangun terguling-guling untuk mengambil raport di rumahnya.
Scene yang cerdas dan mengelitik. SEtelah sempat lela dan bosan dengan alur cerita yang lambat, munculnya tokoh Enos mengubah ritme ini dan membuat gw sebagai penonton jadi lebih enjoy dengan film ini.

Well, kalau ingat jaman berseragam Merah Putih...
Gw ga punya rasa bangga dengan seragam seperti yang dimiliki Denias.
Biasa aja tuh. Malah Tersiksa..hihihihi...
Eh si Denias ini juga temen2nya ampe pake tuh seragam buat bobo....

So gw pikir ini film Wajib Tonton bagi anak2 sekolah di kota macam Jakarta ini.
Juga buat anak-anak yang hitungannya relatif mudah untuk bersekolah.
Saran gw sih..Depdiknas sangat punya tanggung jawab untuk mengenalkan film ke anak2 sekolah. Biar mereka sadar bahwa di belahan Papua, anak2 seperti Denias masih sulit untuk bersekolah. Biar anak2 yang nonton film ini, terpicu untuk lebih menghargai pentingnya Bersekolah itu.

Gw pikir anak2 sekolah sudah jenuh dengan nasehat guru atau orang tua, supaya mereka rajin belajar dan masuk sekolah. Ajak mereka menonton film ini, supaya mereka melihat dan mencerna sendiri akan arti SEkolah dan pendidikan. Mereka butuh teman sebaya untuk membagi hal itu. Dan gw pikir film ini sangat bisa membantu suksesnya Program Pemerintah dalam bidang pendidikan "Wajib Belajar 9 tahun.

Tokh...belum ada film sejenis yang mendidik macam Denias ini.
Maka manfaatkanlah yang ada.

SelamaT MenontoN !