BerlibuR ke GREEN CANYON CiaMiS
Mau tau kan kemana liburan sebulan ini dihabiskan ?
(taela.. gaya banget yak, serasa orang penting aja sih..kikikik…)
Ini satu lokasi yang paling “memorable” lah.
Paling tidak buat aku dan si ehem..PacaR RahaSiaKu..
Liburan 5 hari kami(*alias HoneYmoon begitu istilahnya..hihihi), salah satunya kami lewatkan di Cukang Taneuh alias GREEN CANYON.

Naon teh Cukang Taneuh ? Itu sih katanya yang punya bahasa Sunda artinya jembatan tanah. Menurut artikel yang ku baca, pemilihan nama ini karena ada jembatan tanah yang digunakan petani sebagai jalan pintas menuju kebun pertanian di daerah itu. Tapi jujur deh, aku sendiri tidak melihat penampakannya ketika berkunjung kesana, 11 Juli 2006 lalu. (*Kamu lihat ga Sayang ? hehehe…)
WeLL anyway, GREEN CANYON emang keren banget !!! Sumpah !
Menurutku sih ga kaLaH sama kolam air alami di Tahiti. YaH, at Least begitulah yang aku bisa lihat dan BanDingKan dari apa YanG Ku Tau lewat tayangan documenter wisata TahiTi yang kebetulan ku lihat di TV, tePat di PaGi sebelum Kami pergi ke GREEN CANYON.
Kami beranGkaT ke sana setelah makan siang dengan mengendarai sepeda motor sewaan seharga Rp. 40 ribu. Jaraknya SeKitar 31 kilometer dari tempat kami menginap, yakni di dekat Pantai PanGanDaRaN. Dengan kecePaTan motor yang cukup Tinggi, kami Cuma perlu waktu 30 menit menuju Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang.
OH Iya, sebelum kami mencaPai GREEN CANYON, kami sempat melihat ada lokasi wisata pantai yang juga bisa dikunjungi. Itu adanya pas di tengah perjalanan, sekitar 14 km, di Desa Ciliang Kecamatan Parigi. Nama obyeknya Pantai Batu Hiu.
Tapi kami sengaja tidak mengunjunginya dulu. Waktu yang tersisa tak banyak. Hari keburu sore. Kami pun memutuskan untuk langsung ngebuT menuju GREEN CANYON.
SekiTaR jam 2 siang, akhirnya kami sampai juga. Loket sudah mau tutup dan kami sepertinya orang terakhir yang datang. Dengan uang Rp 70 ribu, kami membayar tiket perahu di Dermaga Ciseureuh yang akan membawa kami ke lokasi. (“Hm..mahal juga sih pikirku. Di Jawa Barat gitu loh. Masak harganya sebegini mahal ? Its better be worthed ! Awas klo Enggak ! hehehehe…”).
Sebenarnya harga ini ditetapkan untuk sewa satu perahu yang ditetapkan maksimal bisa diisi 5 orang penumpang. Tapi karena kami tidak menemukan orang lain yang bisa diajak patungan, Yo wis. Akhirnya dengan perahu motor, kami berdua hanya ditemani dua orang pemilik perahu menuju lokasi. Bener-bener kayak HOneymooN euy, hehehe…
Perjalanan pun di mulai. Air sungai yang kami lewati begitu hijau bening dan bersih.GA ADA SAMPAH ! Wow..aku suka banget. SaLut sama warga yang pikirku Tau cara menJaga Lingkungan, Dengan TIdak Membuang samPaH ke SUngAi. HEbat..Hebat !
Sepanjang sungai yang kami lalui, ada begitu banyak rerimbunan pohon dan tinggi di kanan dan kiri bukit. Semuanya serba bernuansa hijau. (*Aku merasa berUntung karena berkostum pink. Jadi kontras kan dengan kondisi disana ? hehehehe..)
MendeKati ujung sungai, sekitar 10 Menit dari titik awal perahu kami berangkaT, air sungai mulai dangkal dan kekuningan. Kami melihat ada bekas dam tua di kanan sungai. Kami pun bisa melihat dasar sungai yang dihiasi bebatuan kuning kecoklatan dengan bentuk yang unik. (*Aduh..bagus banget deh pokoknya. Aku amaze gitu, karena baru kali itu lihat dasar sungai seperti itu sih..hihihi…)
Tak Lama kemudian, perahu kami pun berhenti dan diparkiR. Kami disambuT pemandangan Goa dengan dengan stalaktif dan stalaknit yang mempesona. Suara gemercik air, samara-samar terdengar dari pintu gua itu. Kami pun semakin tak sabar untuk memasukinya. SEgera meLepas celana jeans dan menuju suara gemercik air itu. Eits, aku juga disarankan memakai rompi pelampung, karena tidak bisa berenanG..hiks.
Lalu kami pun memasuki gua, dan melihat pemandangan yang jauh lebih indah. Ada tebing-tebing nan tinggi menjulang dengan air mengucur dari atas. Namanya air terjun palatar. Bagus banget. Apalagi pas kami disana, ada sinar matahari mengenai airnya…So muncul pelangi deh…Aduh..Keren..keren..KEREN pisan !!!!
Awalnya kami berjalan kaki melewati satu tebing ke tebing lainnya. Kadang lewat bebatuan kering dan kadang bebatuan yang tergenang air sungai. Dasar Sungai banyak dihiasi bebatuan kunig kecoklatan yang bagus banget. Tapi akhirnya air sungai semakin dalam untuk dilalui dengan berjalan kaki. Dengan terpaksa dan takut-takut aku harus berenang.
SumPah !!! Aku takut setengah mati. Takut Tenggelam. Tiga Kali punya pengalaman tenggelam, wajar dong bikin aku trauma sama yang namanya Berenang. Tapi klo aku ga berenang, sayang kan melewatKan momentum bagus kayak gini ?
So bermodalkan keyakinan dari si ehem, aku nyemplung juga. Deg-degan banget deh. Lalu jadi panic ketika kakiku ga napak dasar sungai. Teriak-teriak ga karuan karena ga mau ditinggal..hihihi… But finally sukses juga, diajari berenang meski ga bisa-bisa amat. Yah minimal, aku bisa mencapai air terjun yang ada di hampir ujung gua. Merasakan arus balik, membiarkan tubuh basah kuyup dan mengalir mengikuti air…Wuih sumpaH…Ga TeRLupakan Lah. Pengalaman Paling DashYat SeuMuR Hidup, hehehe…(*Terima kasih Sayang, sudah berhasil menyakinkanku Yah !)
Oh Iya…hati-hati dengan todongan para pemilik perahu yang membawa kita ke lokasi gua GREEN CANYON. Bukan todongan macam perampok, maksudku.Tapi tawaran mereka untuk menunggu dan menjadi semacam guide selama kita menikmati wisata berenang air alami disitu. Awalnya mereka minta Rp 30 ribu untuk ongkos menunggu selama 30 menit. Semula kami tak setuju karena kami pikir kami tak akan berlama-lama disitu. Tapi pemandangan yang dahsyat dan keasikan bermain air yang menyesatkan, membuat kami akhirnya dengan rela merogoh RP. 25 ribu untuk mereka. (*pertimbangan kemanusiaan, karena rupanya benar dugaanku bahwa Pemkab setempat banyak mengkorup uang Rp. 70 ribu yang kami bayar untuk satu kali tiket masuk. Para pemilik perahu ini mengaku hanya uang Rp. 18 ribu saja dari Rp. 70 ribu itu ! Pun dia sudah dengan sangat baik hati memberi petunjuk jalur-jalur tebing yang aman untuk kami lalui. Terima kasih ya kang.)
WeLL, bersenang-senang di GREEN CANYON ternyata menghabiskan waktu dua jam. Hari nyaris menjalang senja. Jam setengah empat sore. Baju basah kuyup harus diganti Perut mulai keroncongan minta diisi. So, kami pun menikmati pecel, nasi rames dan kelapa muda di kantin depan wana wisata. Lumayan kenyang. Perjalanan kembali ke PanganDaran dimulai lagi. Semula dengan kecepatan rendah. Tapi beGitu senja Jingga muncul kami bergegas ke Pantai Hiu. Berharap dapat menikmati sunset dari atas bukit. Tapi kami gagal. Pantai Hiu bukan pilihan tepat. kami Cuma sempat berfoto di bukit yang banyak ditumbuhi Pandan Wong, dengan pemandangan biru Samudra Indonesia ini.
Kesenangan pun kami pikir berakhir hingga di pantai ini. Tapi kami diiming-imingi lagi dengan indahnya purnama bundar jingga yang nampak besar yang terlihat dari kejauhan Pantai PangandaRan. Kami lagi-lagi bergegas pulang. Mengantarkan sepeda motor yang sudah habis masa sewanya. Menggantinya dengan sepeda ontel merah yang dikayuh mati-matian menuju Pantai Timur PangandaRaN. MenuTup keseNanGan hari itu dengan bersantap seafood di warung Bu Iyos.

Ini kenangan tentang indahnya Pantai PangandaRan yang sempat kami alami sendiri sebelum tsunami, 17 Juli 2006. SeMinggu persis sebelum tsunami terjadi, pada jam yang sama, kami masih sangat asik bermain ombak dan bergaya bak perselancar disana. menikmaTi sensasi terBawa Ombak yang mencapai bibir pantai dengan gabus sewaan bersama ratusan orang lainnya.

Tapi Kini, sebagian Pantai PanGanDaran tinggal puing. Paling tidak itu yang sempat kami lihat ketika kami kembali dan melakukan tugas jurnalistik di tempat itu. Yang Tertinggal kini hanya kenangan. Tapi untung orang-orang yang kami kenal selamat. Tapi mereka Butuh waktu untuk berbenaH. Berdiri lagi dan kembali berbagi dan Memberi kenangan Indah kepada lainnya Kami.
(taela.. gaya banget yak, serasa orang penting aja sih..kikikik…)
Ini satu lokasi yang paling “memorable” lah.
Paling tidak buat aku dan si ehem..PacaR RahaSiaKu..
Liburan 5 hari kami(*alias HoneYmoon begitu istilahnya..hihihi), salah satunya kami lewatkan di Cukang Taneuh alias GREEN CANYON.

Naon teh Cukang Taneuh ? Itu sih katanya yang punya bahasa Sunda artinya jembatan tanah. Menurut artikel yang ku baca, pemilihan nama ini karena ada jembatan tanah yang digunakan petani sebagai jalan pintas menuju kebun pertanian di daerah itu. Tapi jujur deh, aku sendiri tidak melihat penampakannya ketika berkunjung kesana, 11 Juli 2006 lalu. (*Kamu lihat ga Sayang ? hehehe…)
WeLL anyway, GREEN CANYON emang keren banget !!! Sumpah !
Menurutku sih ga kaLaH sama kolam air alami di Tahiti. YaH, at Least begitulah yang aku bisa lihat dan BanDingKan dari apa YanG Ku Tau lewat tayangan documenter wisata TahiTi yang kebetulan ku lihat di TV, tePat di PaGi sebelum Kami pergi ke GREEN CANYON.
Kami beranGkaT ke sana setelah makan siang dengan mengendarai sepeda motor sewaan seharga Rp. 40 ribu. Jaraknya SeKitar 31 kilometer dari tempat kami menginap, yakni di dekat Pantai PanGanDaRaN. Dengan kecePaTan motor yang cukup Tinggi, kami Cuma perlu waktu 30 menit menuju Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang. OH Iya, sebelum kami mencaPai GREEN CANYON, kami sempat melihat ada lokasi wisata pantai yang juga bisa dikunjungi. Itu adanya pas di tengah perjalanan, sekitar 14 km, di Desa Ciliang Kecamatan Parigi. Nama obyeknya Pantai Batu Hiu.
Tapi kami sengaja tidak mengunjunginya dulu. Waktu yang tersisa tak banyak. Hari keburu sore. Kami pun memutuskan untuk langsung ngebuT menuju GREEN CANYON.
SekiTaR jam 2 siang, akhirnya kami sampai juga. Loket sudah mau tutup dan kami sepertinya orang terakhir yang datang. Dengan uang Rp 70 ribu, kami membayar tiket perahu di Dermaga Ciseureuh yang akan membawa kami ke lokasi. (“Hm..mahal juga sih pikirku. Di Jawa Barat gitu loh. Masak harganya sebegini mahal ? Its better be worthed ! Awas klo Enggak ! hehehehe…”).
Sebenarnya harga ini ditetapkan untuk sewa satu perahu yang ditetapkan maksimal bisa diisi 5 orang penumpang. Tapi karena kami tidak menemukan orang lain yang bisa diajak patungan, Yo wis. Akhirnya dengan perahu motor, kami berdua hanya ditemani dua orang pemilik perahu menuju lokasi. Bener-bener kayak HOneymooN euy, hehehe…
Perjalanan pun di mulai. Air sungai yang kami lewati begitu hijau bening dan bersih.GA ADA SAMPAH ! Wow..aku suka banget. SaLut sama warga yang pikirku Tau cara menJaga Lingkungan, Dengan TIdak Membuang samPaH ke SUngAi. HEbat..Hebat !
Sepanjang sungai yang kami lalui, ada begitu banyak rerimbunan pohon dan tinggi di kanan dan kiri bukit. Semuanya serba bernuansa hijau. (*Aku merasa berUntung karena berkostum pink. Jadi kontras kan dengan kondisi disana ? hehehehe..)
MendeKati ujung sungai, sekitar 10 Menit dari titik awal perahu kami berangkaT, air sungai mulai dangkal dan kekuningan. Kami melihat ada bekas dam tua di kanan sungai. Kami pun bisa melihat dasar sungai yang dihiasi bebatuan kuning kecoklatan dengan bentuk yang unik. (*Aduh..bagus banget deh pokoknya. Aku amaze gitu, karena baru kali itu lihat dasar sungai seperti itu sih..hihihi…)

Tak Lama kemudian, perahu kami pun berhenti dan diparkiR. Kami disambuT pemandangan Goa dengan dengan stalaktif dan stalaknit yang mempesona. Suara gemercik air, samara-samar terdengar dari pintu gua itu. Kami pun semakin tak sabar untuk memasukinya. SEgera meLepas celana jeans dan menuju suara gemercik air itu. Eits, aku juga disarankan memakai rompi pelampung, karena tidak bisa berenanG..hiks.
Lalu kami pun memasuki gua, dan melihat pemandangan yang jauh lebih indah. Ada tebing-tebing nan tinggi menjulang dengan air mengucur dari atas. Namanya air terjun palatar. Bagus banget. Apalagi pas kami disana, ada sinar matahari mengenai airnya…So muncul pelangi deh…Aduh..Keren..keren..KEREN pisan !!!!
Awalnya kami berjalan kaki melewati satu tebing ke tebing lainnya. Kadang lewat bebatuan kering dan kadang bebatuan yang tergenang air sungai. Dasar Sungai banyak dihiasi bebatuan kunig kecoklatan yang bagus banget. Tapi akhirnya air sungai semakin dalam untuk dilalui dengan berjalan kaki. Dengan terpaksa dan takut-takut aku harus berenang.
SumPah !!! Aku takut setengah mati. Takut Tenggelam. Tiga Kali punya pengalaman tenggelam, wajar dong bikin aku trauma sama yang namanya Berenang. Tapi klo aku ga berenang, sayang kan melewatKan momentum bagus kayak gini ?
So bermodalkan keyakinan dari si ehem, aku nyemplung juga. Deg-degan banget deh. Lalu jadi panic ketika kakiku ga napak dasar sungai. Teriak-teriak ga karuan karena ga mau ditinggal..hihihi… But finally sukses juga, diajari berenang meski ga bisa-bisa amat. Yah minimal, aku bisa mencapai air terjun yang ada di hampir ujung gua. Merasakan arus balik, membiarkan tubuh basah kuyup dan mengalir mengikuti air…Wuih sumpaH…Ga TeRLupakan Lah. Pengalaman Paling DashYat SeuMuR Hidup, hehehe…(*Terima kasih Sayang, sudah berhasil menyakinkanku Yah !)
Oh Iya…hati-hati dengan todongan para pemilik perahu yang membawa kita ke lokasi gua GREEN CANYON. Bukan todongan macam perampok, maksudku.Tapi tawaran mereka untuk menunggu dan menjadi semacam guide selama kita menikmati wisata berenang air alami disitu. Awalnya mereka minta Rp 30 ribu untuk ongkos menunggu selama 30 menit. Semula kami tak setuju karena kami pikir kami tak akan berlama-lama disitu. Tapi pemandangan yang dahsyat dan keasikan bermain air yang menyesatkan, membuat kami akhirnya dengan rela merogoh RP. 25 ribu untuk mereka. (*pertimbangan kemanusiaan, karena rupanya benar dugaanku bahwa Pemkab setempat banyak mengkorup uang Rp. 70 ribu yang kami bayar untuk satu kali tiket masuk. Para pemilik perahu ini mengaku hanya uang Rp. 18 ribu saja dari Rp. 70 ribu itu ! Pun dia sudah dengan sangat baik hati memberi petunjuk jalur-jalur tebing yang aman untuk kami lalui. Terima kasih ya kang.)
WeLL, bersenang-senang di GREEN CANYON ternyata menghabiskan waktu dua jam. Hari nyaris menjalang senja. Jam setengah empat sore. Baju basah kuyup harus diganti Perut mulai keroncongan minta diisi. So, kami pun menikmati pecel, nasi rames dan kelapa muda di kantin depan wana wisata. Lumayan kenyang. Perjalanan kembali ke PanganDaran dimulai lagi. Semula dengan kecepatan rendah. Tapi beGitu senja Jingga muncul kami bergegas ke Pantai Hiu. Berharap dapat menikmati sunset dari atas bukit. Tapi kami gagal. Pantai Hiu bukan pilihan tepat. kami Cuma sempat berfoto di bukit yang banyak ditumbuhi Pandan Wong, dengan pemandangan biru Samudra Indonesia ini.Kesenangan pun kami pikir berakhir hingga di pantai ini. Tapi kami diiming-imingi lagi dengan indahnya purnama bundar jingga yang nampak besar yang terlihat dari kejauhan Pantai PangandaRan. Kami lagi-lagi bergegas pulang. Mengantarkan sepeda motor yang sudah habis masa sewanya. Menggantinya dengan sepeda ontel merah yang dikayuh mati-matian menuju Pantai Timur PangandaRaN. MenuTup keseNanGan hari itu dengan bersantap seafood di warung Bu Iyos.

Ini kenangan tentang indahnya Pantai PangandaRan yang sempat kami alami sendiri sebelum tsunami, 17 Juli 2006. SeMinggu persis sebelum tsunami terjadi, pada jam yang sama, kami masih sangat asik bermain ombak dan bergaya bak perselancar disana. menikmaTi sensasi terBawa Ombak yang mencapai bibir pantai dengan gabus sewaan bersama ratusan orang lainnya.

Tapi Kini, sebagian Pantai PanGanDaran tinggal puing. Paling tidak itu yang sempat kami lihat ketika kami kembali dan melakukan tugas jurnalistik di tempat itu. Yang Tertinggal kini hanya kenangan. Tapi untung orang-orang yang kami kenal selamat. Tapi mereka Butuh waktu untuk berbenaH. Berdiri lagi dan kembali berbagi dan Memberi kenangan Indah kepada lainnya Kami.
